Senin, 17 September 2018

TIPS HIDUP BAHAGIA


1. Tidak usah terlalu peduli urusan oranglain
Alasan pertama adalah karena dosa. Untuk apa sibuk mengurusi urusan orang lain? Masing-masing dari kita memiliki cacat dan kelemahan. Tentunya kita juga ga mau kelemahan kita diumbar dan dibahas oleh khalayak ramai kan?

2. Sibuklah dengan hobi dan aktifitas masing-masing yang positif
Hobi yang positif akan membuat hidup kita bahagia. Kenapa? Because we have something to do.

3. Grup hanya untuk bersenang-senang
Dalam sebuah grup, ada beragam karakter manusia. Terlalu aktif di grup akan membuat kita bersentuhan dengan orang yang mungkin bedaa visi dengan kita. Kadang, adu argumen terjadi hanya karena hal sepele. Jadi pusing lah. Jika ada anggota yang "nyolot", cukup senyumin aja. No matter what, haters gonna hate.

4. Curhat hanya kepada orang yang bisa dipercaya, yang sevisi.
Sahabat itu, meskipun kadang sering marahan sama mereka, adalah orang yang selalu kembali memotivasi saat kita terpuruk. Sahabat tidak pernah menjelekkan kita di belakang. Yang mereka lakukan adalah menasehati kita agar kita jadi sosok yang lebih baik. Jadi tak perlu marah saat mereka memarahi kita saat ada hal salah yang kita lakukan. Nah, saat kita kepepet harus curhat untuk mencari solusi masalah, pergilah ke mereka.

5. Berkumpul dengan orang-orang positif
Orang-orang positif akan membuat hidup kita selalu betmanfaat. Gak kebayang kan kalau kita dekat dengan sahabat yang hobi ngomongin jeleknya oranglain. Seumur hidup masa kita mau ghibah terus-terusan?

6. Be mysterious
Biarkan saja oranglain mau ngomong kita apa. Pokoknya anggap angin lalu saja, gak perlu ditanggapi apalagi kasi klarifikasi. Gak penting.

...bersambung

Salam dan Bahagia,
Kristin Rahayu

Selasa, 14 Agustus 2018

Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Menggunakan Lagu


Hampir seluruh orang menyukai musik. Pada hakekatnya, musik adalah seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (mengandung irama). Ragam nada atau suara yang berirama disebut juga dengan lagu. Jadi musik ataupun lagu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan dapat digunakan sebagai sarana atau media dalam sebuah proses pembelajaran.

Menggunakan musik dalam pembelajaran bahasa Inggris tentunya sangat menarik dan menyenangkan. Tentunya, kita sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu berbahasa Inggris (western song). Lagu-lagu ini bisa dipakai untuk belajar bahasa Inggris. Untuk lebih memudahkan belajar bahasa Inggris, pilihlah lagu dengan lirik yang mudah dan dinyanyikan dengan tempo yang lebih lambat. Belajarlah untuk tidak hanya mendengarkan lirik lagunya saja dengan menjadi pendengar pasif. Selain menikmati musik, alangkah lebih baiknya jika mencari tahu arti lirik lagu yang didengar. Lagu dapat juga dipakai sebagai sarana untuk mempraktekkan ritme serta intonasi Bahasa Inggris, belajar kosakata, mempelajari grammar atau tata bahasa, belajar berbicara menggunakan Bahasa Inggris, belajar skill mendengarkan, dan mempertajam kemampuan menulis siswa dalam Bahasa Inggris (Orlova, 2003).

Melalui lagu, secara tidak langsung pendengar diajak untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan penguasaan terhadap kosakata baru (vocabulary). Kita juga dapat mencari tahu arti kata yang tidak dipahami (unfamiliar words) dari lagu yang didengarkan. Kitapun dapat mengetahui struktur bahasa (grammar) dan cara menyusun dan merangkai kata. Selain itu, ikutlah menyanyikan lagu tersebut agar penguasaan pengucapan (pronunciation) lebih terlatih.

Lynch (2008) menjelaskan bahwa ada 3 kriteria lagu yang dapat dipakai sebagai media pembelajaran, yaitu:
1. Lagu tersebut merupakan lagu yang populer dan menarik untuk siswa. Lagu yang tidak menarik dan tidak popular tidak memberikan imbas positif bagi ketertarikan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
2. Lagu tersebut memiliki lirik yang mudah dimengerti oleh siswa
3. Lagu tersebut memiliki tema yang sesuai untuk kegiatan pembelajaran

Griffe (1992: 4) menyebutkan beberapa manfaat lagu sebagai media pembelajaran, antara lain:
1. Lagu dapat menciptakan atmosfir kelas yang menarik
2. Lagu membuat suasana kelas menjadi lebih rileks
3. Lagu bisa dipakai untuk menjelaskan budaya asal lagu tersebut secara tidak langsung
4. Lagu bisa dipakai sebagai teks bacaan untuk ditelaah dan dipakai menjadi sumber bacaan seperti teks yang lain.

Contoh prosedur penggunaan lagu sebagai media belajar Bahasa Inggris:
1. Dengarkankan lagu
2. Baca lirik. Di step ini, kita secara tidak langsung mempelajari dua poin dalam Bahasa Inggris, yakni ketrampilan mendengarkan (listening skill) dan pembelajaran pengucapan (pronunciation)
3. Fokuskan ke pokok penting yang hendak dipelajari. Misalnya, pada saat kita hendak mempelajari Adjective, maka fokuskan pembelajaran pada beberapa kata sifat atau adjective yang terdapat pada lagu tersebut.
4. Carilah makna dari unfamiliar words atau kata-kata baru yang belum kita ketahui artinya. Di step ini, secara tidak langsung kita belajar kosakata (vocabulary)
5. Cobalah untuk memparafrase atau meringkas isi dari lagu. Di step ini, kita menggunakan lagu sebagai teks untuk ditelaah isinya.
6. Nyanyikan!
Bila kita sudah lancar dengan lagu-lagu tempo lambat, pilihlah lagu dengan lirik yang agak susah dengan tempo lebih cepat. Dengan demikian, seiring waktu dan proses yang berlangsung, penguasaan berbahasa Inggris kita bertambah. SELAMAT MENCOBA!

By : Ms. Kristin Rahayu

Daftar Pustaka:
Griffe, Dale T. 1992. Songs in Action. UK: Prentice Hall International Ltd.
Lynch, Larry M. (2008). Using Popular Songs to Improve Language Listening Comprehension Skills. http://esl4free.blogspot.com/2008/02/can-music-improve-your-students.html
Orlova, Natalia F. (March 2003). Helping Prospective EFL Teachers Learn How to Use Songs in Teaching Conversation Classes. The Internet TESL Journal. http://iteslj.org/Technoques/Orlova-Songs.html

Selasa, 18 Agustus 2015

Be Positive!

Di dunia ini, ada banyak sekali watak dan perangai manusia. Banyak orang baik. Namun, ada saja orang yang memiliki watak terlalu banyak bicara, terlalu suka ikut campur urusan orang, dan terlalu suka memaksakan nasehat. Adakalanya, kita sebal dengan beberapa orang yang punya watak seperti itu. Tapi kita harus sabar... Karena ini namanya dunia. Ada yang baik, ada pula yang jahat.
Bukannya tidak mau diberi nasehat, sungguh. Pasalnya, setiap nasehat yang diberikan seseorang, yang mana nasehat itu sangat baik dan terbukti ampuh pada orang tersebut, belum tentu cocok untuk kita. Kenapa? Karena masing masing dari kita punya kondisi berbeda. Yang membuat kita memiliki konsekuensi lain, punya pertimbangan lain.
Kadang, kurang nyaman juga dengan orang yang terlalu ikut campur urusan lain. Kadangkala, mengutusi urusan diri sendiri saja sudah repot, kenapa menambah repot dengan ikut campur urusan mereka? Tak perlu iri dengan tetangga sebelah yang punya Pajero Sport atau Nissan Juke baru kan? Yang penting hidup kita sudah cukup. Habis perkara. Tidak perlu berkomentar sinis ketika ada tetangga yang lulusan pascasarjana tapi lebih memilih jadi ibu rumah tangga hanya karena kita adalah wanita karir yang sukses. Pun tidak perlu mencerca karena tetangga sebelah lebih memilih untuk menitipkan anaknya ke baby sitter alih alih mengurusnya sendiri. Masing masing dari mereka punya alasan masing masing. Please, be positive.
Lalu, kenapa kurang sreg dengan orang yang banyak bicara? Belum tentu loh orang yang banyak bicara itu sembodo dengan apa yang dikatakannya. Selain itu, banyak bicara itu manfaatnya apa? Lebih baik waktu yang ada dipakai untuk mengerjakan hal hal lain yang lebih bermanfaat kan?
Mungkin orang lain juga sama seperti saya. Kurang suka jika terlalu digurui, diberi ceramah, disombongi, diajak bercerita terlalu lama, dan dicampuri urusannya. Maka, sebisa mungkin saya juga mulai berusaha untuk tidak melakukan hal hal semacam itu, supaya hidup orang lain juga bisa tenang bila berdampingAN dengan saya. Tapi sekali lagi, kita hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha menjadi pribadi yang lebih baik saja, baik dalam hablum minannas dan hablum minalloh. Setuju?

Rabu, 12 Agustus 2015

KERJA KERAS, KERJA CERDAS, KERJA IKHLAS

“Bekerja keras itu menghasilkan, bekerja cerdas itu melipatgandakan, dan bekerja ikhlas itu menenteramkan” (Jamil Azzaini)
Untuk meraih kesuksesan, manusia dituntut untuk selalu bekerja keras dalam melaksanakan kewajibannya. Namun, kerja keras saja belum cukup. Ada kalanya, apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya “bekerja ikhlas”. Namu, bekerja keras dan bekerja ikhlas saja belum cukup untuk membuat seseorang “puas” dengan hasil yang dicapainya. Kerja keras, cerdas dan ikhlas merupakan perpaduan yang harmonis dari setiap unsur kemanusiaan dalam diri manusia. Padu yang berarti tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kerja keras yang berasal unsur jasmani, kerja cerdas yang bersumber dari penggunaan akal, dan kerja ikhlas yang berawal dari hati.
1. Kerja keras.
Segala hal yang dikerjakan dengan setengah hati tidak akan pernah mendapatkan hasil yang maksimal. Agnes Monica, artis multitalenta yang begitu terkenal itu menghabiskan lebih dari 14 jam waktunya dalah satu hari untuk terus berlatih menyanyi dan menari. Lihatlah hasil kerja kerasnya. Tariannya, suaranya, perfecto! Bandingkan saja dengan kita. Mungkin kerja atau belajar 6 jam sehari saja sudah membuat kita mengeluh sepanjang hari.
2. Kerja cerdas.
Cerdas. Kerja cerdas menuntut kita untuk bekerja sesuai prosedur yang benar dan tidak asal-asalan. Kerja cerdas adalah usaha yang terarah untuk mendapatkan hasil dengan menggunakan mesin kecerdasan sebagai upaya meningkatkan prestasi. Cirinya: mampu meningkatkan skala waktu, mengefektifkan sistem, mengkapitaliasi aset, menempa orang dan memperlancar keadaan (Syuhada, 2012)
3. Kerja ikhlas.
Saat orientasi kerja kita hanya materi, maka yang kita dapatkan hanya materi melimpah tanpa berkah yang mudah lenyap. Niatkanlah setiap usaha sebagai ibadah, maka langkah yang kita lakukan akan menjadi ringan tanpa beban. Selama ini bila kita mendengar istilah kerja dengan ikhlas, biasanya hanya dikaitkan dengan kerja yang sifatnya sukarela, tidak berbayar, pengabdian dan lain sebagainya. Padahal, ikhlas tidak ada hubungannya dengan berbayar atau tidak berbayar. Ikhlas adalah mengerjakan segala sesuatu hanya mencari keridlaanNya, bila Dia meridloi apa yang kita lakukan – tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan di dunia ini (Iqbal, 2013).
So, finally?
Yang perlu kita lakukan hanyalah berusaha, berdoa, dan serahkan hasilnya kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Tidak perlu mengeluhkan betapa beratnya hidup kita atau betapa sedikitnya hasil yang kita dapat. Dan pada akhirnya, kalau kita merasa perjuangan kita tidak pernah mendapat balasan sesuai keinginan kita, ingatlah wejangan dari Bibi May-nya Peter Parker dalam film Spiderman “Teruslah berbuat baik. Jika kau tidak mendapatkan hasil dari kerja kerasmu, niscaya kamu akan mati dengan bangga karena selalu dikenang sebagai orang baik.” You only have to remember one thing: Jika selama ini Tuhan belum mengabulkan semua doamu, bukan berarti Dia tidak sayang kepadamu. Dia hanya memiliki rencana lain yang lebih indah untukmu. Selamat bekerja.

Referensi:
Iqbal, Muhaimin. 2013. Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas. Retrieved from: http://geraidinar.com/index.php/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/81-gd-articles/entrepreneurship/1271-kerja-keras-kerja-cerdas-dan-kerja-ikhlas
Syuhada, Adji. 2012. Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas. Retrieved from:http://www.rmbiografi.com/06/2012/kerja-keras-kerja-cerdas-dan-kerja-ikhlas/

Kamis, 18 September 2014

DEAR HATERS,


“You can hate me, you can talk bad about me, but it the end I will stay happy and you will always stay jealous”

 

Dalam kehidupan ini, akan selalu ada orang yang suka terhadap kita. Namun, pasti juga ada yang benci. Kenapa itu terjadi? Karena setiap orang memiliki PRINSIP HIDUP dan WATAK yang berbeda. Ketika prinsip hidup seseorang tidak sesuai dengan prinsip hidup orang lainnya, yang akan terjadi adalah perbedaan pendapat yang mungkin akan mengakibatkan perbedaan hasil dan pola pikir. Begitu juga dengan watak. Jika ada dua orang dengan watak yang berbeda bertemu dan keduanya tidak dapat saling mengendalikan diri, maka yang akan terjadi adalah perselisihan.

So, what should be done to avoid para haters terhadap kita?

Perselisihan sangat sulit untuk dihindari. Adakalanya, kita sudah melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Tapi hal ini masih saja dianggap kurang oleh seseorang. Atau mungkin kita sudah merasa telah bersikap sewajarnya. Namun masih ada orang yang merasa tersinggung dengan sikap kita. Hal terbaik yang perlu dilakukan adalah terus lakukan apa yang menurut kita benar. Seorang hater itu akan terus memandang buruk kita (karena pada dasarnya dia sudah tidak suka). So, keep doing good thing. Abaikan saja. Betapapun kuatnya argumen kita untuk meyakinkan dia, it will be useless. Anggap saja itu merupakan hak dia untuk tidak menyukai kita.
Hal kedua yang perlu dilakukan adalah stay calm. Tidak perlu ikut terpancing emosi sepanas apapun kecaman para haters terhadap kita. One proverb I remember a lot: Segala sesuatu yang dimulai dengan rasa marah itu selalu berakhir pada rasa malu.

Selasa, 09 September 2014

Psstt... Keep Silence!!!


Terkadang, pola pikir seseorang itu tercermin dalam tingkah laku dan perbuatannya. Sebagai satu contoh: Menurut saya, orang hamil itu merupakan anugerah dari Allah yang harus dijaga. That’s all. Selebihnya, terserah Allah. Namun, banyak orang yang terlalu sering melebih-lebihkan dengan mempercayai banyak mitos. Terlalu banyak nasihat justru membuatku semakin bertambah gerah. Kenapa harus percaya mitos? Tidak boleh mbatin ini itu. Tidak boleh mbatin anak-anak nakal, nanti anak kita ketularan jadi nakal. Wallahu Alam. Kalau menurut saya, serahkan semua pada Allah.

Pola pikir orang lemah juga terliha dari gayanya yang terlalu takut pada seseorang, entah itu atasan atau seseorang yang dihormati. Ha mbok biasa saja. Kita semua manusia biasa kok. Maka, saya biasanya lebih memilih menghindari kerumunan agar tidak terlalu banyak dikomentari oleh orang-orang jenis ini. Diam menjadi pilihan paling bijak. Tidak membalas pesan juga akan jadi alternatif menyenangkan. Daripada SMS atau BBMan tapi jengkel juga melayani orang-orang jenis ini. Fyuhhh... Sabarkan aku ya Allah...

IHT 2019

download here: https://drive.google.com/file/d/1lcitNhP0T9GSS7mMimlo9hpthf-Cn4Id/view?usp=sharing