Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Agustus 2018

Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Menggunakan Lagu


Hampir seluruh orang menyukai musik. Pada hakekatnya, musik adalah seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (mengandung irama). Ragam nada atau suara yang berirama disebut juga dengan lagu. Jadi musik ataupun lagu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan dapat digunakan sebagai sarana atau media dalam sebuah proses pembelajaran.

Menggunakan musik dalam pembelajaran bahasa Inggris tentunya sangat menarik dan menyenangkan. Tentunya, kita sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu berbahasa Inggris (western song). Lagu-lagu ini bisa dipakai untuk belajar bahasa Inggris. Untuk lebih memudahkan belajar bahasa Inggris, pilihlah lagu dengan lirik yang mudah dan dinyanyikan dengan tempo yang lebih lambat. Belajarlah untuk tidak hanya mendengarkan lirik lagunya saja dengan menjadi pendengar pasif. Selain menikmati musik, alangkah lebih baiknya jika mencari tahu arti lirik lagu yang didengar. Lagu dapat juga dipakai sebagai sarana untuk mempraktekkan ritme serta intonasi Bahasa Inggris, belajar kosakata, mempelajari grammar atau tata bahasa, belajar berbicara menggunakan Bahasa Inggris, belajar skill mendengarkan, dan mempertajam kemampuan menulis siswa dalam Bahasa Inggris (Orlova, 2003).

Melalui lagu, secara tidak langsung pendengar diajak untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan penguasaan terhadap kosakata baru (vocabulary). Kita juga dapat mencari tahu arti kata yang tidak dipahami (unfamiliar words) dari lagu yang didengarkan. Kitapun dapat mengetahui struktur bahasa (grammar) dan cara menyusun dan merangkai kata. Selain itu, ikutlah menyanyikan lagu tersebut agar penguasaan pengucapan (pronunciation) lebih terlatih.

Lynch (2008) menjelaskan bahwa ada 3 kriteria lagu yang dapat dipakai sebagai media pembelajaran, yaitu:
1. Lagu tersebut merupakan lagu yang populer dan menarik untuk siswa. Lagu yang tidak menarik dan tidak popular tidak memberikan imbas positif bagi ketertarikan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
2. Lagu tersebut memiliki lirik yang mudah dimengerti oleh siswa
3. Lagu tersebut memiliki tema yang sesuai untuk kegiatan pembelajaran

Griffe (1992: 4) menyebutkan beberapa manfaat lagu sebagai media pembelajaran, antara lain:
1. Lagu dapat menciptakan atmosfir kelas yang menarik
2. Lagu membuat suasana kelas menjadi lebih rileks
3. Lagu bisa dipakai untuk menjelaskan budaya asal lagu tersebut secara tidak langsung
4. Lagu bisa dipakai sebagai teks bacaan untuk ditelaah dan dipakai menjadi sumber bacaan seperti teks yang lain.

Contoh prosedur penggunaan lagu sebagai media belajar Bahasa Inggris:
1. Dengarkankan lagu
2. Baca lirik. Di step ini, kita secara tidak langsung mempelajari dua poin dalam Bahasa Inggris, yakni ketrampilan mendengarkan (listening skill) dan pembelajaran pengucapan (pronunciation)
3. Fokuskan ke pokok penting yang hendak dipelajari. Misalnya, pada saat kita hendak mempelajari Adjective, maka fokuskan pembelajaran pada beberapa kata sifat atau adjective yang terdapat pada lagu tersebut.
4. Carilah makna dari unfamiliar words atau kata-kata baru yang belum kita ketahui artinya. Di step ini, secara tidak langsung kita belajar kosakata (vocabulary)
5. Cobalah untuk memparafrase atau meringkas isi dari lagu. Di step ini, kita menggunakan lagu sebagai teks untuk ditelaah isinya.
6. Nyanyikan!
Bila kita sudah lancar dengan lagu-lagu tempo lambat, pilihlah lagu dengan lirik yang agak susah dengan tempo lebih cepat. Dengan demikian, seiring waktu dan proses yang berlangsung, penguasaan berbahasa Inggris kita bertambah. SELAMAT MENCOBA!

By : Ms. Kristin Rahayu

Daftar Pustaka:
Griffe, Dale T. 1992. Songs in Action. UK: Prentice Hall International Ltd.
Lynch, Larry M. (2008). Using Popular Songs to Improve Language Listening Comprehension Skills. http://esl4free.blogspot.com/2008/02/can-music-improve-your-students.html
Orlova, Natalia F. (March 2003). Helping Prospective EFL Teachers Learn How to Use Songs in Teaching Conversation Classes. The Internet TESL Journal. http://iteslj.org/Technoques/Orlova-Songs.html

Sabtu, 27 April 2013

BAHASA INGGRIS SULIT DAN MEMBOSANKAN? SIAPA BILANG?

Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa yang tidak dapat kita pisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak? Bahasa ini telah dipakai sebagai lingua franca oleh semua negara di dunia. Oleh karena itu, kita sebagai kaum yang notabene disebut melek pengetahuan wajib menguasai bahasa ini.
Mengapa perlu belajar bahasa Inggris?
Di bawah ini tertulis dua alasan utama mengapa kita perlu sedikit tahu tentang bahasa Inggris:
  1. karena bahasa ini adalah bahasa internasional yang dipakai di seluruh penjuru dunia. Semua buku internasional memakai Bahasa Inggris. Film internasional juga memakai Bahasa Inggris. Jadi, ketika kita berwisata ke negara Mexico atau Cina, kita tidak perlu mempelajari bahasa Latin dan Cina. Cukup dengan berbekal bahasa Inggris saja.
  2. mata pelajaran ini diujikan dalam Ujian Akhir Nasional!!! Ini seringkali menjadi momok. Banyak sekali siswa yang tidak lulus karena Bahasa Inggris, bukan Bahasa Indonesi. Padahal pada intinya kedua bahasa tersebut memiliki pokok ajaran yang hampir sama.
Sekarang sudah tahu kan betapa pentingnya bahasa ini dalam kehidupan sehari-hari? Bisa dikatatakan bahasa Inggris merupakan konsumsi primer yang wajib dikuasai oleh pelajar di Indonesia. Akan tetapi, beberapa pihak mengatakan bahwa mustahil bagi orang Indonesia untuk dapat mahir memakai bahasa Inggris. Alasan utama yang paling sering muncul sebagai hambatan suksesnya pembelajaran bahasa Inggris adalah anggapan bahwa kita terlahir dengan “lidah Indonesia”, jadi apapun yang kita lakukan untuk belajar bahasa ini tidaklah mungkin bisa. Asumsi ini memberikan dampak negative bagi mindset pelajar sehingga mereka sudah merasa enggan sebelum belajar. It’s a NO NO! Lalu mengapa banyak warga AS berdarah Indonesia yang malah lebih mahir berbahasa Inggris dan tidak mengerti sama sekali bahasa Indonesia? Sekali lagi bukan karena lidah! Alasan sesungguhnya ada pada lingkungan dan kebiasaan. Jika kita membiasakan diri belajar, apa pun akan kita takhlukkan. Dan ada satu hal lagi yang perlu kita lakukan: amalkan yang sudah kita dapatkan. Tanpa implementasi yang kontinu, segala hal yang kita dapat akan lenyap. Ingat sebuah jargon sebuah perusahaan bonafid dunia “Practice Makes Perfect”. So, mulai saat ini, jangan anggap Bahasa Inggris sebagai bahasa yang tidak mungkin kita kuasai. Di dalam buku Financial Revolution, Tung Desem Waringin berkata bahwa manusia cenderung menjauhi hal yang dibencinya, dan mendekati hal yang disukainya. Oleh karena itu, cintailah Bahasa Inggris dahulu, maka Anda akan temukan bahwa Anda mahir dalam bidang itu!
Lalu, bagaimana cara belajar bahasa Inggris yang tidak membosankan?
Ada dua pilar utama dalam bahasa Inggris, yaitu Vocabulary (kosakata) dan Grammar (Tata Bahasa). Kalau kedua hal ini dapat kita kuasai, maka kita dapat berbicara lancar layaknya Justin Bieber yang asli kelahiran Kanada. Nah, kosakata ini dapat kita kuasai dengan belajar sendiri. Andai saja sehari kita menghapal 5 kata, maka dalam setahun kita sudah menguasai lebih dari 1500 kata. Incredible… Sedangkan Grammar adalah bagian dari Bahasa Inggris yang diajarkan di sekolah dan dapat pula kita pelajari dari membaca buku maupun belajar dari internet. Nah, sebagai upaya infiltrasi kedua materi ini, kita dapat memakai banyak sekali cara menarik untuk belajar Bahasa Inggris, diantaranya:
1.      Western Song
Media lagu dapat kita pakai sebagai sarana untuk belajar dalam aspek Speaking. Kita dapat belajar mengucapkan kalimat, frasa, maupun kata dalam bahasa Inggris dengan benar dari menyanyikan lagu berbahasa Inggris. Selain itu, lagu juga merupakan media yang sangat ampuh untuk mempelajari aspek Listening. Grammar pun dapat kita pelajari dari beberapa lagu. Sebagai contoh, kita bisa menemukan materi Conditional Sentences dalam lagu kepunyaan Hoobastank yang berjudul If I Were You. Dari judul lagu saja bisa kita ketahui kalau dalam Pengandaian (Conditional Sentences) tipe 2, subject “I” harus diikuti oleh tobe past “were”, tidak seperti dalam pola Simple Past Tense yang menggunakan “was”
2.      Games
Games akan sangat efektif dipakai untuk siswa karena teknik ini memotivasi siswa untuk belajar tanpa memberikan efek “memaksa”. Sifatnya yang santai dan menyenangkan mampu menciptakan suatu iklim belajar yang membuat siswa tidak cepat merasa bosan dengan materi yang dipelajari.
Contoh:
Dalam sebuah Games bernama Action Mimes, siswa bersama teman-temannya dapat belajar berbagai aspek bahasa Inggris. Misalnya salah satu dari mereka menjadi actor yang memainkan mimic sebagai seorang penyanyi. Nah, tugas siswa lain adalah menebak apa yang dia lakukan dengan menggunakan kalimat Present Continuous Tense “She is singing a song”. Dalam hal ini, secara tidak langsung siswa diajak untuk memahami materi Present Continuous Tense tanpa harus belajar dengan membaca dan menghapal dari buku seperti biasa.
Ada banyak sekali buku yang beredar di pasaran yang memaparkan berbagai macam Games yang bisa digunakan dalam mempermudah belajar bahasa Inggris, misalnya buku berjudul Fun English Games and Activities for You karangan Redjeki Agoestyowati.
3.      Penggunaan media (gambar, flash card, maps)
Gambar dapat dipakai sebagai media untuk belajar kosakata maupun grammar dengan cepat. Kebanyakan kamus anak-anak juga disajikan dengan menyertakan gambar di dalamnya karena gambar ini akan memudahkan pebelajar dalam meyerap materi yang harus dia kuasai. Ilustrasi materi grammar yang disajikan dengan gambar juga dapat meminimalkan tingkat kebosanan dan meningkatkan pemahaman siswa.



 
4.      Film
Jones (1997:5) menyebutkan beberapa keuntungan penggunaan film dalam belajar bahas Inggris. Film dapat memberikan gambaran mengenai real English-speaking. Dari film, pebelajar dapat mengerti bahwa bahasa speaking tidaklah serumit bahasa writing yang sangat mengedepankan struktur tata bahasa. Ini akan menumbuhkan self confidence pada siswa karena mereka akan tahu bahwa jika ingin lancar berbicara, bahasa speaking tidaklah rumit. Selain itu, body language, gestures, ekspresi juga dapat dipelajari dari film. Film juga memberikan beberapa informasi tidak langsung mengenai cara memulai percakapan, diskusi, dan komunikasi tanpa memalui proses menjemukan dengan hanya mempelajari melalui membaca. Kemampuan listening dan penambahan vocabulary juga dapat ditingkatkan dengan cara yang menyenangkan pula. Tonton film hollywood, dan simak dialog dari para aktor dan aktris. Catat  kata baru yang anda dapatkan dari teks terjemahan (subtitle), lalu rasakan manfaatnya.
5.      Praktek speaking dengan doa
Pernahkah kita mencoba berbicara kepada Tuhan dalam Bahasa Inggris? Trik ini mungkin terdengan sedikit lucu, tapi kalau kita malu berbicara dengan teman, mengapa kita tidak berbicara dengan Tuhan yang tidak akan menertawakan kita saja? Mungkin sebelum tidur kita bisa berdoa sederhana seperti ini:
Thanks God for today, thanks for Ur guidance all the days, thanks for every bread I have gotten, thanks for every people I have met, thanks for each activities U have permitted to be done, thanks for my lovely family, now I'm going to bed. Good night God.

Cara-cara yang disebutkan di atas hanya merupakan contoh pembelajaran bahasa Inggris yang bisa diterapkan agar proses belajar kita tidak melulu sebagai proses “duduk, baca, ingat”. Yang perlu kita ingat adalah jadikan bahasa Inggris sebagai sebuah objek yang menyenangkan bukannya menakutkan untuk dipelajari. Ingat: cintailah bahasa Inggris dulu, lalu praktekkan! Mozart baru dikatakan menjadi masterpiece setelah mengadakan kurang lebih 10 tahun konser, Graham Bell baru dikatakan berhasil setelah menjalani kurang lebih 999 percobaan, jadi jangan takut gagal pada percobaan kita yang pertama. Jangan meng-underestimate diri kita sendiri, yakinlah kalau kita BISA!!! Let’s have a try… J

Jumat, 20 April 2012

BAHASA INGGRIS YANG MENYENANGKAN

“Bu, mengapa kita harus belajar Bahasa Inggris?” Pertanyaan ini ditanyakan oleh salah seorang siswa saya di kelas 10. Well, banyak sekali alasan yang membuat kita, entah terpaksa atau dipaksa, harus belajar Bahasa Inggris. Mau tidak mau, sadar atau tidak sadar, kedudukan Bahasa Inggris bahkan sudah menggeser kedudukan bahasa daerah dalam kehidupan. Bagaimana tidak? Dalam Ujian Nasional di jenjang SMP, SMK, SMA, maupun pendidikan formal setingkatnya, kedudukan Bahasa Inggris (bersama dengan Matematika) sejajar dengan Bahasa Indonesia yang juga dipakai sebagai tolok ukur kelulusan siswa. Dalam dunia kerja-pun, suatu kemampuan berbahasa Inggris juga akan menjadi nilai lebih dari applicant yang mengajukan lamaran kerja. Jadi, dalam pemakaiannya, penggunaan Bahasa Inggris tidak jauh berbeda dengan pemakaian Bahasa Indonesia. Yang membedakan hanyalah statusnya: Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia, sedangkan Bahasa Inggris hanya merupakan foreign language yang bukan merupakan prioritas untuk wajib dikuasai setiap warga Negara Indonesia.

Untuk mempelari suatu bahasa, dalam hal ini bahasa Inggris, diperlukan suatu usaha yang tekun dan berkesinambungan. Bagaimanapun, kita sebagai masyarakat pada umumnya bukan seorang manusia yang lahir dan besar di negara pengguna bahasa Inggris sebagai bahasa resminya. Ingat! Banyak orang yang salah kaprah, meng-claim bahwa alasan utama kita tidak dapat berbahasa Inggris selancar orang Inggris adalah ras kita yang berbeda. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Andai kita lahir dan besar di London, maka kita akan dapat berbicara dan menulis selihai penduduk pribumi sana. Namun apa mau dikata? Kita terlanjur lahir dan besar di Indonesia. Jadi, salah satu upaya untuk bisa mahir bahasa Inggris adalah dengan tekun belajar dan membiasakan diri dengan memakai bahasa ini sebagai bahasa kita sehari-hari. Seperti apa kata Honda: Practice makes perfect. 

Sebagai salah satu upaya peng-integrasian bahasa Inggris dalam masyarakat Indonesi, pemerintah telah menetapkan bahwa bahasa Inggris harus diajarkan sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SMP (dan setingkatnya), SMA (dan setingkatnya), serta SMK (dan setingkatnya). Jadi, beban untuk membuat siswa menguasai bahasa ini diberikan kepada para guru bahasa Inggris di masing-masing institusi pendidikan. Tugas guru ini bukan merupakan tugas yang mudah. Pasalnya, sebelum belajar siswa sudah memenuhi mindset mereka dengan opini bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang sulit untuk dipejari. Hal ini tidak lepas dari angaapan bahwa masyarakat Indonesia tidak satu rumpun dengan masyarakay Inggris, jadi sekeras apapun usaha yang ditempuh tidak akan berhasil sempurna. Di sisi lain, cara penyampaian guru dalam mengajar bahasa Inggris juga sangat menentukan motivasi dan prestasi siwa kaitannya dengan belajar bahasa.

Ada banyak sekali hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk membuat proses belajar mengajar menjadi menyenangkan. Salah satunya adalah dengan pengoptimalan media dan teknologi yang tersedia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat memberikan dampak dalam pembelajaran. Merebaknya pornografi dan kekerasan bisa jadi memang merupakan salah satu dampak negative dari perkembangan IPTEK. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pembelajaran yang inovatif dan kreatif juga merupakan salah satu imbas positif dari perkembangan teknologi. Jadi, tugas guru tidak hanya sekedar mengajar tentang apa dan bagaimana bahasa Inggrsi itu, tetapi juga harus mampu menciptakan suatu suasana kondusif yang mampu me-maintain siswa agar tetap termotivasi untuk belajar. Ingat, siswa akan tertarik untuk belajar suatu pelajaran jika dan hanya jika mereka memyukai cara mengajar sang guru. Penggunaan gambar, lagu, dan video yang dapat diunduh secara bebas dari internet akan lebih menarik minat siswa untuk belajar daripada melulu belajar grammar dan kosa kata dari buku.

Selain tips di atas, sesekali selipkanlah gurauan dan cerita lucu dalam kegiatan belajar mengajar. Beberapa pihak memiliki anggapan bahwa guyonan hanya akan membuang-buang waktu. Eits…jangan salah. Jangan pernah menyamakan otak manusia dengan computer yang bisa tahan berkerja non-stop tanpa istirahat. Berdasarkan riset yang dilakukan para ahli, rata-rata otak manusia hanya mampu menangkap suatu informasi dalam kurun waktu 20 menit saja. Setelah itu, otak perlu pendapat suatu penyagaran atau istirahat beberapa saat.

Jangan anggap remeh hal remeh! Dua dasar dalam belajar bahasa Inggrsi yang sangat crusial adalah masalah grammar dan vocabulary. Penguasaan grammar akan sangat besar manfaatnya dalam Written English. selebihnya, yang diperlukan adalah penguasaan kosa kata yang notabene bisa dipelajari secara autodidak sebenarnya. Namun, kebanyakan siswa selalu beralasan bahwa mereka sudah tidak punya waktu lagi untuk menemukan sendiri kosa kata dalam bahasa Inggris. maka, ini menjadi tugas guru untuk dianalisis dan kemudian diterapkan dalam kelas. ada baiknya guru menyempatkan diri untuk mengecek kemampuan kosa kata siswa untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan mereka. Sekali lagi: jangan selalu anggap siswa tahu tentang segala yang kita bicarakan. jangan-jangan kita sebagai guru sudah cas cis cus berbicara dalam bahasa Inggris tapi justru siswa sama sekali tidak mebgerti apa yang kita bicarakan.

Pengajar yang bersemangat!! Percaya atau tidak, semangat seorang guru dalam menyampaikan materi akan sangat mempengaruhi psikologi siswa di kelas. penyampaian materi yang lemah lembut hanya akan semakin membuat siswa yang mengantuk tertidur pulas di kelas. Sebaliknya, pendidik yang mengajar dengan semangat yang tinggi akan membuat siswa bersemangat dalam belajar.

Langkah-langkah di atas hanya merupakan beberapa informasi saja untuk membuat belajar bahasa Inggris jadi menyenangkan. masih banyak lagi cara jitu untuk membuat belajar jadi indah. Selamat berkreasi!

IHT 2019

download here: https://drive.google.com/file/d/1lcitNhP0T9GSS7mMimlo9hpthf-Cn4Id/view?usp=sharing